Salam

Assalamu'alaykum... :)

Minggu, 15 Juli 2012

Habis Galau Terbitlah Terang


             Seperti biasa, setiap hari tepatnya malam hari, saya, Fitri Rosadela biasa dipanggil Dela, nongkrong di depan notebook untuk melihat perkembangan di dunia maya. Klik sana klik sini, beranda, profile, beranda lagi, profile lagi, komen sana sini, buka foto ini, buka foto itu, berbagi tautan ini dan itu, sampai akhirnya mata saya tertuju pada sebuah tautan mengenai web yang berisi lomba-lomba seputar tulis-menulis. Mata berbinar, senyum mengembang. Klik. Sederetan lomba-lomba langsung terpampang di depan layar. Yaa, untuk orang yang maniak lomba seperti saya, pasti sangat senang mendapat sederetan lomba seperti ini. Saya klik salah satu lomba tulis-menulis essay tingkat SMA se-Indonesia. Lihat persyaratan dan GRATIS ! Hadiahnya pun luar biasa menggiurkan. Langsung saja saya segera copy semua persyaratan dan segera membuat karya tulis yang berupa essay tersebut. Basmalah pun terucap.
            Senang luar biasa ketika akhirnya saya berhasil menyelesaikan essay tersebut. Langsung saja saya kirim. Setelah di cek di grup lomba tersebut, ternyata saya adalah pengirim essay yang ke-50. Dalam hati saya berkata, wah, se-Indonesia ternyata sedikit juga ya pesertanya. Sepertinya ada peluang untuk menang. Apalagi tulisan Dela itu kan mengambil contoh dari kehidupan nyata, terus alasan-alasannya masuk akal gitu. Jadi deh Dela jadi penulis ini mah!Haha. Sampai akhirnya beberapa hari sebelum dateline pengirim terus bertambah sampai akhirnya mencapai 353 peserta. Krik krik. Ciut. Hari terus berlanjut, hari pengumuman pun semakin dekat. Dag-dig-dug hatiku, dag-dig-dug hatiku (dinyanyikan ala salah satu girlband di sinetron). Serius berharap banget menang ini lomba, kapan lagi gitu menang lomba tulis-menulis se-Indonesia? Kurang keren gimana coba? Apalagi kalo inget hadiahnya, aduh, ga menang panitia di datengin deh!
            Akhirnya hari itu datang. Hari yang sudah sangat ditunggu-tunggu. Hasil pengumuman lomba. Pagi-pagi sekali, sebelum berangkat ke sekolah saya menyempatkan diri membuka internet untuk mengecek hasil lomba tersebut. Tiba-tiba waktu terasa begitu lambat. Slow motion, guys! Notebook dibuka, modem disambungkan. Lalu, klik sekali-dag, klik lagi-dig, klik lagi-dug. Dag-dig-dug. Check grup di dunia maya tempat hasil pengumuman bakal diumumin. Mata mulai menjelajah meneliti tiap tulisan yang ada di grup tersebut. Dari atas sampai ke bawah udah dicari dan ternyata belum ada pengumuman. Fiuh. Sedikit bingung, tapi kemudian berpikir, ngaret kali ya panitianya. Maklum, orang Indonesia. Akhirnya Dela pun ke sekolah masih dalam ketidak pastian.
            Dari sekolah Dela pulang dengan tergesa-gesa, sampai-sampai membatalkan beberapa meeting . Serius, sampai membatalkan beberapa meeting. Gak sombong, tapi serius, memang sampai membatalkan beberapa meeting. Tapi maaf kalau ada yang ngerasa Dela sombong, tapi beneran kok, memang ada meeting yang dibatalin. Hehe .Buka notebook-lagi-dan ternyata pengumumannya masih belum ada. Kesel. Yaudah, si notebook akhirnya terus di on-in sampe malam. Malam-malam Dela itu udah bête banget deh, gara-gara pengumumannya gak datang-datang. Panitianya gak tau apa deg-degan dapat menyebabkan kematian? Iya, kalo saking deg-degan akhirnya orangnya mondar-mandir di depan jalan raya terus ketabrak. Mati. Hehe.
            Sudah magrib, dan, ya, masih belum ada juga itu pengumuman. Finally, setelah isya itu hasil lomba ada juga. Klik. Breeet. 50 nama-nama beruntung sudah ada di sana. Mata Dela langsung berpetualang memeriksa satu persatu nama yang ada. Fitri mana Fitri, naahh, ini Fitri ! Periksa nama belakangnya, Lestari. Bukan Rosadela. Cari lagi, dan nama Fitri bermunculan beberapa kali tapi yang nama belakangnya bukan Rosadela. Sampai nama pemenang yang ke-50 pun tidak ada yang bernama Fitri Rosadela. Cek sekali lagi dan hasilnya, sama. Dissapoint. Mata belo Dela yang tadinya melotot liatin layar, langsung menyipit.  Pikiran-pikiran negatif langsung merasuki. Yah, apa emang gak bakat nulis yah, padahal kan kemarin lumayan bagus tulisannya. Kayanya emang gak seharusnya ikut lomba nulis, kayanya, kayanya, dan blablabla negatif lainnya terus menari-nari ala hawaii di pikiran Dela.
            Tapi Allah memang Maha Adil, beberapa hari setelah kalah lomba essay Dela di daftarin ikut lomba Pidato + PPT sama guru agama Dela. What a beautiful news! Tapi kemudian terpikir, berarti dela harus buat pidatonya dong? Hmm, bakal bagus gak yah? Nanti kaya kemarin lagi, udah senang-senang awalnya eh kalah ternyata. Apa kasi kesempatan ke orang lain yang lebih jago nulis aja kali ya? Tapi ini kan lomba pidato bukan nulis? Yaudah deh, mau coba aja.
            Ternyata oh ternyata, ada kabar buruk dari lomba pidato tersebut. Kabarnya adalah, waktu dela untuk membuat pidato dan power point serta menghafalnya hanya 3 hari. 3 Hari. Okey sekali lagi, 3 hari ! What a bad news! Tarik nafas buang nafas. Dela langsung negyakin-yakinin diri bahwa Dela pasti bisa! Harus!
Dengan keyakinan hati yang hanya setengah, akhirnya pidato Dela jadi H-1. Setelah dibaca, Dela ngerasa kalo pidato yang Dela buat sekarang tidak lebih bagus dari yang dela buat ketika SMP. Pesimis ya Allah! Mana power point belum lagi? Aduh, ini kan pengalaman pertama dela kalo pidatonya plus power point. Nanti kalo slidenya norak gimana? Aduh, mana guru-gurnya lagi pada gak bisa ngebantuin. Berhubung sudah di daftarin, jadi mau mengundurkan diri pun gak enak. Akhirnya, lanjuuut! Semua dela buat semaksimal yang dela bisa dan hasilnya? Ya mau gimana, itu urusan Allah, yang jelas, bagaimanapun hasilnya itu pasti yang terbaik. Insya Allah. Allah bersama orang-orang yang tawakal. J
Hari H tiba. Dela sangat senang, iya walaupun deg-degan tetap ada. Sekedar informasi, selain menulis, speech juga salah satu hobi dela makanya senang banget akhirnya bisa ikut lomba pidato di luar sekolah. Dari keluar rumah, di angkot, daftar ulang, nunggu giliran lomba, sampai ke wc pun Dela terus saja menghapal teks pidato. Yang ada di pikiran dela waktu itu adalah, Hey udah bisa ikut lomba ini aja Alhamdulillah, yang penting kamu harus tampil maksimal! Beruntung banget hari itu mood-nya lagi bagus.
Hampir bulukan Dela menunggu giliran tampil (okey itu lebay, dela tampil ke-10 dari 20 peserta). Untungnya para peserta membawakan pidatonya tidak membosankan. Tidak untungnya, rata-rata peserta tidak membosankan dan bagus dalam membawakan pidatonya. Yoga di tempat. Akhirnya tiba giliranku. Yah walaupun dalam keadaan sudah sedikit dekil karena keringat dan panas disertai  kebelet juga. Tapi, tetap maju!
“….. Wassalamu’alaikum.Wr.Wb”. Prok-prok-prok. Akhir pidato Dela disambut dengan senyuman dan tepuk tangan meriah serta respon yang baik dari para juri. Rasanya? Waw! Amazing pake sangat! :D Bangganya itu karena semuanya itu dari mulai pidato, power point sampai cara penyampaiannya murni prepare sendiri. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Tapi, bahagia itu redup setelah ingat, oh iya ya belum pengumuman. Hati ini kembali dipenuhi oleh pasukan drum band.
Setelah berjam-jam menunggu bersama teman-teman seperjuangan yang lain, akhirnya waktu itu tiba. Sempat pesimis. Memang Dela sudah menampilkan dengan maksimal, dan memang Dela berharap banget bisa menang. Tapi temen-temen yang lain pun gak kalah bagus sama Dela. So, tidak apa Ya Allah, seandainya pun memang tidak menang, kalah seperti lomba essay dan lomba-lomba yang kemarin dela ikutin, tidak apa-apa, Dela bisa disini pun sudah luar biasa senang. Serius waktu itu Dela pasrah banget. Sampai kemudian, “ juara 3 lomba pidato dimenangkan oleh… Fitri Rosadela, dari SMA Negeri 1 Dramaga ! “ . Hey, What a beautiful day guys!
Awan-awan gelap yang disertai sedikit petir dan gerimis yang tadinya ada di atas kepala Dela langsung berubah jadi langit biru yang cerah disertai pelangi. Segera Dela naik ke atas panggung. Kalo boleh jujur, lomba ini adalah kali pertama dela menang lomba di luar sekolah. Pengalaman yang luar biasa tentunya. Ucapan-ucapan “congratulation” datang bertubi-tubi dari orang-orang. Alhasil, bibir ini tak mampu berhenti untuk tersenyum. Alhamdulillah.
Satu yang ada di pikiran Dela sesudah itu adalah, tidak hanya satu kali mencoba untuk mendapatkan keberhasilan. Jadi, kalah berkali-kali pun tidak apa-apa, toh hal tersebut hanya akan membuatmu semakin terampil dan semakin terlatih ke depannya. Sampai akhirnya, you can reach what you want !
Suka menulis, suka pidato, suka dunia editing, bernyanyi, menari atau suka apapun itu teruslah mencoba, terus berkarya! Tinggalkan karya-karya yang menginspirasi kawan! Jadilah manusia yang berguna untuk banyak orang melalui karya-karya kita. Don’t be an ordinary, but be an Extraordinary! Just remember, try, try, and try again. ;D
 

#
Tulisan ini dela tulis waktu mau ikut Lomba Menulis Curhat Galau Penulis Pemula. Sekali lagi, lomba melalui dunia maya, GAGAL. Kecewa sih. Tapi kalo berhenti sampai disini, berarti dela benar-benar sudah kehilangan harapan untuk wujudin impian dela . Jadi, kalo ada kesempatan, coba lagi ahh ! mohon doa ya . :D

1 komentar: