Salam

Assalamu'alaykum... :)

Sabtu, 10 November 2012

FTS : Emas Akan Tetap Menjadi Emas


            Menyedihkan. Itulah yang dapat kusimpulkan saat itu. Saat dimana aku, seorang yang di SMP termasuk anak yang berprestasi, salah satu yang terbaik di sekolah, dan aktif di berbagai organisasi terpaksa harus masuk ke SMA yang baru didirikan. Itu artinya, sekolah itu masih belum banyak pengalaman, dan belum banyak dikenal dan jelas bukan atau belum menjadi sekolah unggulan. Kehendak Papa dan keadaan saat itulah yang membuatku akhirnya mau tak mau harus masuk ke SMA itu. Kata Papa, “ Insya Allah, menurut Papa ini yang terbaik buat kamu “. Dan saat itu, aku berdoa, “ Ya Allah, aku percaya, rencanaMu selalu lebih baik dari rencanaku”.
            Awalnya, semua berat. Taka ada motivasi sama sekali. Semuanya terlihat buruk.  Sampai akhirnya aku sadar tak mungkin begitu terus, dan aku bangkit. Aku menenangkan diri dan aku berkata, “Tak apa, aku yang akan membuat sekolah ini dikenal, aku yang akan membuat sekolah ini jadi sekolah idaman bagi yang lain!”.
            Perlahan, aku mengambil bagian di berbagai kegitan di sekolah. OSIS, MC, aktif mengikuti seminar, perlombaan dan beberapa kali memenangkannya, sehingga sekolahku pun mulai banyak dikenal. Akhirnya aku sadar. Masuk sekolah unggul itu hebat, tapi lebih hebat lagi, membuat sekolah yang tidak unggul menjadi unggul. Setuju?
           
Fitri Rosadela

FTS : Ikhlaskanlah Agar Menjadi Indah


Tahun 2007, aku dan keluargaku pindah dari Mataram, NTB menuju Bogor, Jawa Barat karena mengikuti Papa yang harus melanjutkan studinya disana. Berbagai penolakan dan protes keluar dari mulut kami, anak-anak Papa. Jelas, karena kami tidak tahu bagaimana nantinya keadaan kami jika disana, di tempat yang baru bersama orang-orang yang asing bagi kami. Apalagi disini kehidupan kami sudah sangat-amat nyaman dan mapan. Tapi kemudian kami luluh ketika Papa mengatakan, “ kalian ikut ya, Papa harus melanjutkan studi Papa. Papa ingin selalu mengawasi kalian dari dekat. Kalian tidak boleh jauh dari Papa”.
Awal memang selalu susah, dengan rumah kontrakan yang sangat kecil, lingkungan yang asing, keuangan yang sedang minim dan lain lain. Tapi tahukah bagaimana akhirnya? Kami belajar ikhlas menjalani semuanya dan akhirnya, Papa dapat menyelesaikan S3nya dengan sukses, Mama menjadi penolong bagi banyak tetangga disana, Kakak lali-lakiku sebelum lulus kuliah sudah bekerja di perusahaan IT yang terkenal, kakak perempuanku berhasil ke Hongkong, aku mengukir berbagai prestasi, adik ku menjadi si kecil shalehah yang cerdas.
Akhirnya aku tersadar, seandainya dulu kami tidak pindah, akankah kami mendapatkan semua nikmat itu? Alhamdulillah Ya Rahim.
“Perpindahan memang tak mudah, tapi ikhlas akan membuatnya menjadi indah”
                                                                                                                             
Fitri Rosadela

Flash True Story : I DID IT!

Ketika itu, kelas 3 SMP. Beberapa bulan lagi, UN. Tiba-tiba saja teman-teman menunjuk aku untuk menjadi ketua panitia pembuatan buku tahunan. Ingin sekali menolak, tapi rasanya tidak enak harus menolak permintaan dari banyak orang, akupun menerimanya.

Pada awalnya, aku bisa menikmati proses pembuatan buku tahunan ini. Tapi semakin lama, semakin dekat UN, aku makin dibanjiri aktifitas. Tugas, ujian praktek, organisasi dan yang lainnya. Pulang sekolah, aku dan tim kembali melanjutkan pembuatan buku tahunan. Sangat menguras tenaga dan waktu ternyata. Belum lagi banyak sekali kendala yang harus aku dan tim hadapi. Sempat berpikir untuk menyerah. Tapi tidak mungkin, ini sudah menjadi tanggung jawabku dan sudah banyak yang berharap. Akhirnya perjuanganpun berlanjut.

Di hari pembagian buku tahunan, terbayar lunas semua lelahku. Ucapan terima kasih dan pujian dari banyak kawan dan guru menghujani aku dan tim. Lalu hasil ujianku? Alhamdulillah, aku menjadi yang terbaik di kelas. Tapi yang lebih indah lagi adalah ketika melihat senyum bahagia teman-teman ketika melihat buku kenangan kami dan juga senyum bangga kedua orang tuaku. Setiap senyum yang kulihat saat itu, menjadi kebahagiaanku juga. Lebih dari bahagia kawan. Lebih.  

Anything possible. Just trust yourself, maximal, and pray, let Allah surprise you . 

Fitri Rosadela

Sabtu, 03 November 2012

Cover Kece + Islami



Mau cover (sampul) facebook yang kece-kece, keren-keren tapi tetep islami kaya gambar-gambar di bawah?



Check, check this out

Jangan Khawatir Kawan !

Ketika takut  mimpimu tak bisa terwujud

Jangan khawatir kawan

Allah Maha Mendengar, Maha Penyayang

Ketika semua rencanamu berantakan

Jangan khawatir kawan

Allah adalah  sebaik-baik penyusun rencana

Bahkan ketika mimpimu benar-benar tidak terwujud

Jangan khawatir kawan!

Jangan khawatir!

Allah lebih tau apa yang terbaik untukmu



كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. (Mengapa?) Allah maha mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Albaqarah: 216).

Jangan khawatir kawan, ada Allah. 






3/11/2012 Fitri Rosadela.

Jumat, 26 Oktober 2012

Ogah Jadi Lilin !

Mungkin ada sebagian yang bingung membaca judul di atas, "kenapa jangan jadi lilin? secara lilin kan bercahaya, menerangi, indah banget kalo di malam hari!". Yaa, gak salah memang, gak salah. Tapi supaya lebih jelas, simak kisah dela dibawah dulu yuuk.

Jadi gini...
Kerap kali teman-teman minta tolong ngerjain sebagian (kadang semua) tugas yang mereka punya.Kadang sih, kalo temen yang minta tolong itu bener-bener gak mampu atau gak ngerti dela bakal ngebantuin. Tapi beberapa kali temen-temen minta tolong pada saat dela lagi bener-bener cape dan banyak tugas yang harus dela selesaikan.
Di satu sisi, dela enggak tega sama yang minta tolong. Tapi di satu sisi dela gak mungkin sanggup ngerjain semuanya. Apalagi kalo minta toloongnya itu ngedadak. Pernah bahkan sering karena enggak tega, akhirnya dela mau aja ngebantuin. Alhasil, tugas temen emang jadi dengan baik karena dela emang enggak suka ngecewain orang pada dasarnya. Tapi sayang sangat disayangkan dela kecapean nyaris bahkan pernah sampai sakit dan juga tugas yang jadi kewajiban dela, hasilnya enggak maksimal.

Nah, dari kisah di atas mungkin sudah ada sedikit gambaran yang memperjelas judul yang ada di atas. Jadi, seperti kisah dela di atas. Dela memang membantu orang lain, tapi pada akhirnya rugi sendiri. Sama halnya seperti lilin. Memang, lilin itu menerangi, tapi dia membakar dirinya sendiri, yang sedikit demi sedikit akan membuatnya terus mengecil, mengecil sampai akhirnya lilin tersebut habis.

Ya, jangan sampai kita menjadi lilin, tapi jadilah kita speerti matahari, yang tidak hanya menyinari kita, tapi juga menyinari dirinya sendiri.
Seperti dalam puisi di bawah,

Belajarlah Dari Matahari
Puisi
Oleh: DR. Amir Faishol Fath
dakwatuna.com

Anakku, lihatlah matahari itu
Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya
Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya
Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya
Ia tetap memberikan pencahayaan
Bayangkan, apa yang akan dialami bumi
Bila matahari tidak mau bercahaya


Anakku, janganlah kau putus asa
Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali
Songsonglah masa depan dengan semangat membara
Tanpa kenal lelah dan pudar
Karena dengannya kau akan menjadi mulia


Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi
Tetapi ia masih mau membantu bumi
Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas
Janganlah lupa kepada yang di bawah
Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah


Anakku, matahari itu tidak lupa diri
Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta
Ia juga memberikan cahaya pada dirinya
Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin
Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan
Tetapi jadilah seperti matahari
Yang memberikan cahaya bagi orang lain
Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.


Washington DC, 2010


Kamis, 25 Oktober 2012

Imam Syafi'i Quotes

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jka tidak, kan keruh menggenang

Singa jka tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Imam Syafi’i